Kenapa Allah Menciptakan Kita? #1

Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Allah. Manusia diciptakan sedemikian sempurna oleh Allah dengan memiliki akal dan nafsu. Tak heran jika Allah menjadikan kita sebagai khalifah di bumi-Nya. Bukan malaikat yang tak memiliki nafsu, apalagi hewan yang hanya diciptakan dengan nafsu, tanpa akal. Manusia yang dapat memfungsikan akalnya dengan baik ia bisa menjadi lebih mulia dari malaikat, sebaliknya bila manusia selalu menuruti nafsunya maka ia tak ubahnya seekor hewan, bahkan lebih hina.

Tapi apakah selama ini kita tahu kenapa Allah menciptakan kita (manusia). Padahal Allah adalah Dzat yang tidak butuh pada apa pun, termasuk manusia. Toh sekalipun seluruh manusia tidak ada yang menyembah-Nya, itu tidak akan berpengaruh terhadap ketuhanan Allah.

Sebagian agama lain menganggap bahwa manusia tercipta sendirinya dan melakukan hidup dengan apapun yang mereka inginkan, sebebas-bebasnya. Dalam Islam mengenai penciptaan manusia tentunya tidak didefinisikan seperti itu.

Untuk itu, perlu bagi kita untuk mengetahui apa yang melatar belakangi tujuan penciptaan manusia di muka bumi. Yang mana dalam al-Quran Allah telah memaparkannya. Oleh karena itu, mari simak penjelasan dalam artikel ini sampai tuntas.

  • Beribadah kepada Allah

Allah berfirman dalam al-Quran:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS. ad-Dzariyat : 56)

Menurut islam tujuan diciptakannya manusia semata-mata adalah untuk beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah artinya kita menganggap Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang layak untuk disembah, menjadi tempat bergantung, diagungkan, dan diikuti seluruh perintahnya. Tanpa melakukan ibadah kepada Allah niscaya manusia akan tersesat dan kehilangan arah dalam hidupnya.

Ibadah bukan hanya berarti sekedar melaksankan ibadah ritual atau yang sifatnya membangun spiritual saja. Lebih dari itu, ibadah artinya mengabdi, menjadikan diri kita sebagai  budak dalam hidup untuk Allah SWT. Ibadah artinya bukan hanya saat shalat melainkan semua aspek diri kita bisa dijadikan ibadah asalkan membawa kebaikan dan pahala.

Orang yang menikah,  bekerja, berkeluarga, menuntu ilmu, mendidik anak, dan lain sebagainya merupakan bentuk ibadah yang mengalirkan kebaikan bukan hanya untuk dirinya namun untuk umat. Untuk itu ibadah dalam islam artinya mengikuti segala apa yang diperintahkan oleh Allah dalam segala bentuk kehidupan kita.

Sejatinya, Allah menyuruh manusia beribadah bukanlah untuk kebaikan Allah sendiri. Jika dipikirkan lebih mendalam beribadah kepada Allah dengan ikhlas adalah untuk kebaikan umat manusia itu sendiri. Dengan beribadah kepada Allah, menjadikannya sebagai Tuhan dalam hidup kita, maka akan datang kebaikan dalam hidup ini. 

Penyebab kegelisahan hati dalam Islam biasanya karena memang manusia tidak menggantungkan hidupnya pada Allah dan mencari keagungan lain selain Allah. Hal tersebut tentu tidak akan membuat tenang, malah risau karena tidak pernah menemukan jalan keluarnya.

Untuk itu ibadah kepada Allah dengan meyakini rukun Iman dan menjalankan rukun Islam adalah bagian dari beribadah kepada Allah. Ibadah kepada Allah bisa dilakukan di berbagai bidang kehidupan manusia dengan mendasarkannya pada fungsi Iman kepada Allah.

Baca juga: Begini Sejarah Valentine Day yang Jarang Diketahui

  • Mendapatkan Ujian Dunia untuk Masa Depan Akhirat

Allah menegaskan dalam al-Quran:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157)

 “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Dalam surat tersebut, Allah menunjukkan kepada manusia bahwa salah satu tujuan manusia diciptakan adalah untuk diberikan ujian di dunia. Barangsiapa bisa melalui ujian di dunia dengan berbagai tantangan dan kesulitannya, maka Allah akan memberikan pahala akhirat dan rahmat bagi yang benar-benar melaksanakannya dengan baik. Menghadapi musibah dalam Islam hakikatnya adalah menghadapi ujian di dunia yang harus dilalui dengan kesabaran. Maka dari itu islam melarang berputus asa, karena ada banyak bahaya putus asa dalam Islam. Salah satunya adalah tidak bisa optimis untuk menjalankan hidup di dunia untuk masa depan (akhirat) yang baik.

Ujian di dunia adalah agar Allah bisa mengetahui siapa yang bisa mengikuti dan mengabdi pada Allah dengan membalas segala perbuatan dan usahanya untuk menghadapi ujian di akhirat. Untuk itu pahala adalah credit poin yang harus tetap diisi agar kelak sebelum masa pembalasan, proses penghisaban (perhitungan) kita mendapatkan hasil terbaik ujian di dunia.

Jika seluruh hidup ini adalah ujian dari Allah, maka termasuk kebahagiaan pun adalah ujian di dunia. Termasuk orang yang memiliki harta melimpah, jabatan yang tinggi, kekuasaan, anak-anak, dan lain sebagainya. Manusia diuji apakah ia mampu tetap mengabdi dan menyembah Allah walaupun Allah telah memberikan seluruh kenikmatan-Nya.

Untuk itu, karena hakikat hidup ini adalah ujian maka, kita perlu mengusahakan hidup untuk bisa mendapatkan keridhaan Allah yang terbaik pada kita. Harta dalam Islam bukanlah satu-satunya kenikmatan yang akan selalu membahagiakan. Ia adalah salah satu bentuk dari ujian Allaj, harta hanyalah alat dan titipan Allah yang terasa nikmat dan bisa habis kenikmatannya suatu saat nanti.

Klik di sini untuk membaca lanjutannya.

___

Oleh: Kanzul Hikam

Bagikan ke
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *