Kenapa Allah Menciptakan Kita? #2

Sebagaimana dijelaskan pada tulisan sebelumnya bahwa dibalik diciptakannya manusia terdapat beberapa tujuan. Tapi bukan berarti Allah manciptakan manusia karena tujuan itu. Tidak! Allah menciptakan kita murni karena kehendak Allah, bukan untuk merelisasikan tujuan yang dimaksud. Hanya saja, akibat dari diciptakannya manusia adalah manusia harus melaksanakan ibadah dan hal lain yang menjadi tujuan diciptakannya.

Dalam artian, karena Allah telah menciptakan kita, kita harus beribadah kepada-Nya. Bukan karena Allah butuh, tapi karena itu sudah menjadi keharusan kita karena telah diciptakan. Berikut beberapa tujuan lain yang belum penulis cantumkan pada tulisan sebelumnya.

  • Melakukan Pembangunan di Muka Bumi dan Tidak berbuat Kerusakan (Menjadi Khalifah)

Allah menjelaskan dalam al-Quran:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS : Al Baqarah: 30)

Dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 30 diatas, menunjukkan bahwa manusia diciptakan di muka bumi adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah di atas bukan berarti hanya sekedar pemimpin. Bahkan semua manusia yang hidup adalah pemimpin. Pemimpin bukan berarti hanya sekedar status atau jabatan. Dalam artian tidak perlu mendapatkan jabatan tertentu untuk menjadi khalifah di muka bumi.

Khalifah di muka bumi bukan berarti melaksanakannya hanya saat ada jabatan kepemimpinan seperti presiden, ketua daerah, pimpinan tertentu di organisasi/kelompok. Khalifah di muka bumi adalah misi dari Allah yang telah diturunkan sejak Nabi Adam sebagai manusia pertama diciptakan. Untuk itu, khalifah disini adalah bermaksud sebagai fungsi.

Fungsi dari pemimpin adalah mengatur, mengelola dan menjaga agar sistem dan perusahaannya menjadi baik dan tidak berantakan. Pemimpin juga menjadi figur atau teladan, tidak melakukan sesuatu dengan semena-mena atau tidak adil. Pemimpin membuat segalanya berjalan dengan baik, teratur, dan bisa tercapai tujuannya.

Demikian pula khalifah, semua manusia adalah khalifah yang bertugas untuk mengelola dan mengatur segala kehidupan di dunia. Mengelola bumi artinya bukan hanya mengelola alam atau diri sendiri saja, melainkan seluruh kehidupan yang ada di bumi termasuk sistem ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, IPTEK, pendidikan, dan lain sebagainya. Maka dari itu bagi manusia manapun dia wajib menghidupkan, mengembangkan dan menjalankan seluruhnya dengan baik agar adil, sejahtera, dan sesuai fungsi dari bidang tersebut (masing-masing).

  • Menegakkan Keadilan di Muka Bumi

Allah menyampaikan dalam al-Quran:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (QS. Al-Qasas: 77)

Menjalankan misi Khalifah fil-Ard bukan berarti kita mengerjakannya seorang diri. Keutamaan adil terhadap diri sendiri memang sangat banyak, namun lebih bermanfaat lagi jika adil juga diterapkan terhadap manusia lain. Melakukan misi Khalifah fil-Ard berarti kita berbagi tugas dengan manusia lainnya untuk saling membantu dan memberikan manfaat. Untuk menjalankan misi Khalifah fil-Ard maka manusia harus memiliki kemampuan, skill dan pengetahuan yang dengan keahliannya tersebut ia mampu membangun bidang-bidang yang ada di muka bumi. Untuk itu penting sekali bagi umat islam untuk menjalankan tujuan pendidikan dan tujuan pendidikan Islam, agar bisa melaksanakan bidang-bidang di muka bumi ini secara optimal.

Dalam al-Quran dijelaskan:

وَيَا قَوْمِ أَوْفُواْ الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ وَلاَ تَبْخَسُواْ النَّاسَ أَشْيَاءهُمْ وَلاَ تَعْثَوْاْ فِي الأَرْضِ مُفْسِدِينَ

“Dan Syu’aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan”. (QS. Hud : 85)

Dari ayat diatas sangat terlihat bahwa Allah memerintahkan kepada manusia untuk berbuat adil, melaksanakan hak-hak manusia dan tidak berbuat kejahatan yang berakibat pada kerusakan di muka bumi. Semoga bermanfaat! Wassalam.

___

Oleh: Kanzul Hikam

Bagikan ke
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *