Jangan ikut Mengatur!

ارح نفسك من التدبير فما قام غيرك عنك لا تقم به لنفسك
“Istirahatkan jiwamu dari kesibukan mengatur dirimu, dari apa-apa yang telah diatur/dijamin oleh selain kamu (yaitu Allah), tidak perlu engkau sibuk menentukannya.”

Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

Alhamdulillah kita jumpa lagi di rubrik Ngaji Hikam. Semoga Allah SWT berkenan menancapkan nur dan hidayah-Nya pada hati kita.
Dalam kalam hikmah keempat ini, Syekh Ibnu ‘Athaillah membimbing rohani kita agar enjoy dan bahagia dengan pasrah (tafwidh) kepada Allah yang Maha mengatur alam. Hindarkanlah capek dan lelah dari memikirkan target yang kita buat sendiri, kemudian kita menuntut pada diri ini dengan beban keharusan untuk berhasil dan tercapai.

Apakah tercela kalau kita membuat rencana yang rapi dan terperinci dalam hidup ini? Inilah isykal yang langsung muncul di benak kita. Untuk menjawabnya kita cermati dulu sabda Rasulillah SAW:

التــــد بــير نصــف المــعيــشــة

“Mengatur keperluan adalah separuh memenuhi kebutuhan hidup”

Kalau kita mencermati disertai menggunakan kacamata iman, tadbir (mengatur) yang dianjurkan adalah mengatur yang terikat kuat dengan kekuasaan serta takdir Allah SWT. Sehingga management yang kita buat lalu dilaksanakan dengan optimal cuma ditempatkan pada otak dan anggota tubuh seperti tangan, kaki dll. Sedangkan hati selalu pasrah total kepada Allah dengan keyakinan 

ما شــاء اللــه كان ومــا لم يشــاء لم يكــن
“Sesuatu yang dikehendaki Allah pasti terjadi ; sesuatu yang tidak dikehendakiNya pasti tidak terjadi” 

Jadi, walaupun semua makhluk menghimpun tenaganya jadi satu, tidak berpengaruh terhadap wujudnya suatu peristiwa. Itulah tadbir yang disabdakan Rosulullah SAW.

Baca juga: Jadilah Dirimu Sendiri!

Sedangkan tadbir yang diungkap Syekh Ibnu ‘Athaillah, mengacu pada umumnya manusia awam. Sebagaimana maklum, pada umumnya manusia awam berpikir dan bersikap tak lepas dari nafsu dan egonya. Faktanya begitu, seperti penulis ini contohnya. Maka dingatkan oleh beliau, Istirahatkan jiwamu dari tadbir yang kamu tentukan harus berhasil dan tercapai. Karena Allah telah mengatur dan menentukan secara hakiki apa 2 yang mesti terjadi padamu. Kamu janganlah ikut campur menentukan kejadian yang akan menimpamu.

Contoh kasus sangat mudah dilihat, misalnya seseorang yang kasmaran, seringkali bersumbu pendek. Berpendirian harus bersatu dengan kekasihnya. Tidak bisa hidup bila berpisah darinya. Maka konsekuensi logis yang menimpanya bila terpisah dari kekasihnya sangat negatif bahkan bisa fatal sampai gantung diri. Padahal masyhur dalilnya bahwa jodoh itu di tangan Allah SWT.

Contoh lain menyangkut jabatan. Setelah pemilu rumah sakit jiwa, dibanjiri pasien baru yang gagal dalam kontes pileg, pilkada dll. Ingatlah dan baca kembali kalam hikmah di atas.

Baca juga: Kemauan Kita Tidak Bisa Menembus Dinding Takdir

Masalah rezeki berupa harta, seringkali membuat sesat kalangan awam. Baik pebisnis petani dan lainnya. Janganlah menentukan dan mempersoalkan besaran hasil yang akan diperolehnya. Dalam hal ini perhatikanlah analogi berikut : Seorang karyawan yang bekerja pada majikan tentu berdasarkan SK (surat keputuasan). Di dalamnya ditetapkan besarnya gaji dan waktu diberikan. Apakah layak karyawan tersebut setiap saat bertanya: Berapa gaji saya? Kapan gaji diberikan? Pertanyaan yang sia-sia dan tidak cerdas. Sikap yang positif adalah bekerjalah sebaik-baiknya. Gunakan management yang handal dan bersikaplah disiplin, supaya majikan senang. Jangan cerewet, apalagi menggugat pada majikan.
Apabila majikan senang dan rido. Tentulah Gaji ditambah, bonus diperbesar dan pangkat dinaikkan.

Kita sebagai hamba Allah, beramallah sebaik-baiknya. Bertaqwalah secara hakiki. Tidak usah bertanya apalagi mempersoalkan upah. Mukmin yang pasrah pasti Allah mencukupi segala kebutuhannya.

و مــن يتـــوكل على الله قهو حســـبه

Wallahu a’lam bis-shawab

Nb: Rubrik ini diasuh oleh KH. Abd Wasik Ruham, pengasuh PP. Yassir

Baca juga: Legalitas Mempelajari Ilmu Kalam

Bagikan ke
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *